Apa itu Crytozoology?

source : http://aidenguinnip.com/cryptozoology/
 
Cryptozoology adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan yang tersembunyi. Lebih gampangnya, ilmu ini mempelajari tentang makhluk-makhluk yang dianggap “legenda”atau tidak ada dalam ilmu biologi modern. belum jelas?
Cryptid adalah istilah yang digunakan pada Cryptozoology yang merujuk pada makhluk yang keberadaannya telah disaksikan, namun tidak diakui oleh ilmu biologi. Eksistensinya tidak jelas, bisa ada bisa tidak.
contoh biar lebih ngerti : Nessie. Banyak saksi yang melihat penampakan Nessie, namun bukti keberadaannya masih belum jelas, dan belum diakui oleh ilmu pengetahuan modern. Nessie itu cryptid, dan ilmu yang mempelajari tentang Nessie adalah cryptozoology.
 
Contoh lainnya adalah Bigfoot di Amerika Serikat, Orang Pendek di Indonesia, Yeti di Himalaya, Lochness di Skotlandia, Yowie di Australia.

Istilah kriptid dicetuskan oleh John E. Wall tahun 1983 dalam sebuah surat kepada Perkumpulan Kriptozoologi Internasional (International Society of Cryptozoology). Bagaimanapun, mulanya ‘cryptid’ digunakan untuk merujuk kepada anggota subfamili Cryptinae yaitu suatu familia tawon pemburu (ichneumon wasp). Hampir seluruh Cryptinae dinyatakan sebagai idiobiont ectoparasitoids, yang berarti parasit yang menghalangi pertumbuhan inangnya setelah menjangkitinya dan berkembang di luar tubuh inangnya, kadangkala melekat atau mengikatkan diri di jaringan tubuh inangnya. Imbuhan “crypt-” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “tersembunyi” atau “rahasia”.

Orang yang skeptis berpendapat bahwa bukti keberadaan kriptid umumnya sebatas bukti anekdot  dan bentuk bukti lainnya yang tidak layak sebagai suatu penelitian ilmiah dalam komunitas zoologi  pada umumnya. Para pendukung pendapat tersebut setuju bahwa bukti-bukti dalam kriptozoologi kurang meyakinkan. Umumnya ilmuwan yang ragu akan kriptid sependapat bahwa beberapa kasus tertentu mungkin menandakan keberadaan hewan yang belum diketahui.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kriptid