Empat Tahapan Dalam Sebuah Penciptaan Tari Kontemporer

Empat tahapan dalam sebuah penciptaan tari kontemporer, yaitu :
1. Post Figurativisme, bentuk karya baru yang mencoba menawarkan pengungkapan transformasi sosial budaya serta pandangan akulturatif terhadap perubahan juga transformasi budaya. Secara maknawi menyajikan perupaan simbolis dari peristiwa-peristiwa yang bergayut pada akar kondisi sosial budaya.
2. Kontemplatif Supranaural, karya tari yang mencoba merambah pada nilai spritual, renungan-renungan nilai mendalam. Perupaan artistik dan maknawainya mencoba menjelajahi perenungan melalui simbol dan media religi atau bahkan mistis.
3. Demo Sosialisme, karya ini cenderung mengungkap ketimpangan sosial politik dan merambah pada kritik.
4. Komposisi, karya baru yang berpijak pada penataan dan perupaan artistik. Lebih cenderung menyajikan ekspresi penataan gerak instrumen terkaitnya, perupaan artistik dipandang sebagai pengucapan artistik.
Tari tidak berdiri sendiri, melainkan mempunyai elemen-elemen komposisi tari. Komposisi Tari (Pengetahuan Koreografi) adalah pengetahua yang harus diketahui oelh seorang koreografer dari sejak menggarap gerak samapai pada pengetahuan tata cara memposisikannya pada satu pertunjukan. (Sodarsono, 2000 : 40)
Elemen-elemen komposisi tari tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tema
Hal yang paling pertama dibuat oleh koreografer, memilih tema garapan tarinya, kemudian melakukan survei, riset ataupun penelitian sebagai penguat garapannya dan mengembangkan tema-tema tersebut dalam makna estetika tubuh para penarinya. Kekuatan awal penari berada pada tema yang akan digarapnya sebagai tari.
2. Gerak Tari
Gerak yang hadir pada tiap garapan merupakan gerak yang bermakna. Setiap gerak itu mampu bercerita pada tubuh agar dapat dipahami oleh penonton. Yang menjadi sumber utama gerak tari adalah tubuh penari. Disnilah kekuatan kedua yang hadir pada tari yaitu Estetika Tubuh.
3. Desain Lantai
Garis-garis lantai atau titik-titik yang dilalui oleh penari atau biasanya disebut Pola Lantai, dibagi menjadi dua ;
a) Garis Lurus : dapat dibuat kedepan, kebelakang, kesamping atau serong. Garis ini memberikan kesan sederhana tapi kuat.
b) Garis Lengkung ; dapat dibuat melengkukng kemuka, kebelakang atau dalam bentuk beberapa rumusan matematika.
4. Desain Atas
Desain ini yang bisa dilihat langsung oleh penonton, dimana kesatuan tubuh dan properti penunjang terlukis jelas pada penari tersebut. Mulai dari gerakan kepala, leher, tangan (jari), pinggang, tungkai bawah (kaki, jari, kaki) serta properti yang menjadi keutuhan tubuh.
5. Desain Dramatik
Hal ini dibutuhkan terutama pada tarian yang memiliki unsur dramatik didalamnya. Dengan desain dramatik diharapkan struktur dramatik mulai dari pemaparan cerita, hadirnya klimaks sampai pada penurunan suasana (kesimpulan).
6. Musik/bunyi
Musik menjadi medium pendukung (bantu) yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah garapan tari. Musik/bunyi yang dipergunakan untuk mengiringi tari harus digarap maksimal sesuai garapan tarinyan, baik itu dengan alat instrumen penunjang atapun bunyi tubuh dan alam.
7. Dinamika
Kekuatan yang menjadika tari lebih menarik. Digambarkan sebagai jiwa emosional (rasa) pada gerak. Termasuk didalmnya terdapat pergantian tempo dari cepat-medium-lambat atau sebalaiknya
8. Komposisi Penari
Cara penempatak penari serta gerakannya, yang dibagi menjadi tiga, yaitu :
a) Serempak : gerakan atau pola yang dilakukan secara bersama oleh kesemua penari
b) Berimbang : penari dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana gerakan serta pola dipisah menjadi bagian kelompok tadi.
c) Terpecah : setiap penari memiliki pola sendiri yang berbeda satu dengan yang lain, baik itu dilakukan secara bersamaan maupun secara individual terpisah posisi
9. Properti Penunjang
Adapaun properti penunjang dala sebuah garapan tari, yaitu :
a) Kostum : perlu diperhatian warna, model, dan fleksibilitas serta sesuai konsep
b) Tata Rias : menjadi unsur penunjang ekspresi tari baik tradisi, kreasi dan modern
c) Stage : bisa indoor (gedung, pendopo, ruang tertutp dan arena), ataupun bersifat indoor (lapangan, halaman, taman kota ataupun alam)
d) Handprof (Perlengkapan Tari) : digunakan sesuai dengan konsep tari, seperti peding, meja, tombak, kursi, selendang, dll
e) Lighting : sebagai penunjang akhir tetapi penentu dari sebuah kesuksesan tari (khususnya yang berada digedung).

Ditulis oleh Ani Melia Shofa