Ekspedisi Bukik Buai (West Sumatra)

Seperti yang telah saya lakukan sebelumnya, saya selalu mencari lokasi baru untuk sebuah perbandingan hasil dari pencarian saya terhadap makhluk Cryptid yang ada di Sumatra, karena jika hanya kita mengumpulkan data dari satu lokasi, rasanya belum cukup kalau kita belum membandingkan dengan hasil daerah daerah lain. Tentu pemelihian daerah lain sudah menjadi pertimbangan yang cukup banyak alasan dan berbagai pertimbangan.

Oke kali ini saya mencoba memasuki ke daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Kecamatan Linggo Sari Baganti. Pilihan saya jatuh kepada daerah Bukik buai, adalah salah satu nama hutan yang ada di Air Haji, Pesisir Selatan. Saya kurang juga tahu pasti mengapa hutan ini dinamakan dengan sebutan bukik buai? Tetapi apapun itu lokasi ini cukup menarik untuk di eksplore.

Well, kali ini saya ditemani oleh seorang penduduk lokal yang bernama MAMBA, unik memang namanya, Mamba banyak menceritakan tentang keadaan hutan di bukik buai, mulai dari cara menuju kesana, sampai apa yang terjadi di sana? Tunggu dulu di sini ada sedikit keanehan fenomena, bukan hanya fenomena Cryptid, tetapi fenomena sosial, 😀

 

HARI 1

Pagi hari nya, Saya dan Mamba bersiap untuk menuju ke lokasi ekspedisi kali ini, kami memutuskan untuk menggunakan motor saja, karena demi menghemat waktu perjalanan, dengan menggunakan motor saja bisa memakan waktu 4 jam, katanya. Coba bayangkan berapa jauh hutan yang sudah di buka? memang kita tidak menempuh jalan yang bagus, tetapi kita akan menempuh sungai dan jalan tanah yang sangat becek serta mendaki dan menurun, bahkan kita juga ada waktunya hanya mengiring motor, karena saking susahnya untuk ditempuh. Tetapi tetap menjadi pertanyaan besar dalam kepala saya, selama 4 jam jalan menggunakan motor, apakah sejauh itu hutan yang sudah di buka? Kembali menjadi pertanyaan. Ternyata memang, kami menghabiskan perjalan kira-kira 4 jam, itu juga termasuk jalan kaki.

Sepanjang jalan, kami menempuh areal perladangan sawit, karet dan tanaman lainnya yang telah di buka oleh masyarakat setempat, juga banyak sungai kecil yang harus di sebrangi. Cukup menantang sebenarnya lokasi ini tetapi untuk para pecinta motor trail tepatnya. Boleh di coba lokasi ini bagi pecinta motor trail, Motor ladang aja sanggup, masa trail gak? hehehe

Setelah sampai di lokasi basecamp yang menjadi post untuk kami selama ekspedisi, kami memutuskan untuk beristirahat dan akan memulai kegiatan di hari berikutnya,

HARI 2

Kami memulai untuk melakukan pencarian kemungkinan keberadaan hewan cryptid di lokasi ini, mengingat banyak informasi yang didapat sebelum ekspedisi ke lokasi ini. Kami juga sudah melakukan beberapa wawancara kepada masyarakat yang membuka lahan atau ladang di area ini untuk mendapatkan sedikit informasi yang juga bisa menjadi titik terang dalam pencarian hewan cryptid di lokasi ini.

Setelah selesai sarapan pagi, kami mencoba mengeksplore lokasi sekitar basecamp kami, tak jauh dari lokasi basecamp kami menemukan tanda-tanda bekas track hewan yang melintas, tetapi belum bisa dipastikan hewan apa ini, karena semalam juga hujan lebat. Kami terus menelusuri bekas track hewan tersebut, ternyata mengarah ke sungai yang cukup besar, lagi-lagi kami tidak mendapatkan tanda-tanda yang dapat untuk meyakinkan saya pribadi dan untuk mengambil sampel pun sepertinya tidak bisa.

Kami pun kembali lagi ke basecamp pada sore hari setelah tidak mendapatkan apa-apa di hari pertama pencarian kami.

HARI 3

Hari ini, kami akan memulai mencari penduduk yang berladang di lokasi ini, mana tau mereka bisa memberikan sedikit informasi dan bisa menjadi perbandingan dari masyarakat yang lain yang sudah kami tanyai beberapa waktu yang lalu.

Tak lama berselang, kami akhirnya bertemu dengan penduduk yaang membuka lahan, Sebut saja namanya Pak Syarif, beliau sudah lama membuka lahan di sini, beliau menceritakan beliau pernah melihat sesosok makhluk yang belum pernah di lihat sebelumnya, beliau melihatnya pada malam hari, wujud hewannya pun tidak terlalu besar, menurut penuturannya hewan itu paling tinggi sekitar 1 meter atau lebih, badannya tertutup dengan bulu yang lebat, berwarna hitam, wajahnya hampir menyerupai manusian, tetapi anehnya hewan ini memiliki taring.

Beliau juga menuturkan bahwa hewan ini terlihat kuat karena beliau mengaku melihat hewan ini sedang mengangkat kayu, mungkin hewan ini sedang mencari sesuatu di dalam kayu, beliau tidak tau pasti apa yang dicari oleh hewan ini, yang beliau lihat ini sedikit aneh dari hewan sebelumnya.

HARI 4

Kami memulai aktifitas seperti biasa di lokasi ini, kami cukup menemukan hasil yang cukup bisa dibikin printcast, saya tidak akan menjelaskan detail printcastsnya, tetapi saya posting penampakan saja hehe, mengingat ini adalah sebuah kerahasiaan dalam pencarian saya hehe.