PHBN Sako, Garda Terdepan

PHBN Sako, Garda Terdepan

Mendengar kabar tentang longsor, banjir dan bencaca lain yang bersumber dari Alam, pikiran kita tidak akan lepas dari dampak Illegal logging. Tentu di dalam hati kita selalu mengutuk tindakan ini yang dilakukan oleh segelintir orang demi kepentingan pribadi, tetapi kegiatan ini ibarat dua mata pisau yang sangat sulit dipisahkan. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari pun menjadi alasan utama bagi para pelaku di lapangan. Kita pun dituntut harus memaklumi dengan alasan yang sangat mendasar ini. Dan digiring opini bahwa ini hutan milik mereka dan kita tidak bisa melarang apalagi untuk menghentikannya. Oke Baiklah,

Tapi apa kita berpikir bahwa bencara yang akan terjadi akibat praktek ini? Katakanlah jika terjadi tanah longsor, sehingga menyebabkan kendaraan tidak bisa menempuh jalur ini, padahal jalur ini sangat sibuk sekali menopang ekonomi dari daerah Pesisir Selatan dan Sungai Penuh – Kerinci. Kedua belah daerah ini sangat bergantungan, misalnya saja kepala dan ikan, para pedagang dari Pesisir Selatan membawanya ke Sungai Penuh dan Kerinci, begitupun Kentang yang di bawa dari Kerinci ke Pesisir Selatan, coba bayangkan jika terjadi tanah longsor, apa yang akan terjadi?

Praktek Illegal logging di Sako, Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan ini, sangat marak dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa praktek ini telah berlangsung dari puluhan tahun lalu. Sehingga sangat sulit sekali untuk diberantas karena banyak yang bergantung ekonomi dengan Hutan Sako.

Tapi ada satu hal yang sangat menguntungkan bagi pemerintah, yaitu timbulnya kesadaran dari beberapa pihak hingga terbentuklah salah LSM lokal yang bernama PPHBN (Petugas Pengawasan Hutan Berbasis Nagari) yang bergerak di daerah ini untuk memberantas praktek illegal logging dengan cara mengembangkan ekowisata.

“Kita tidak hanya memberantas illegal logging, tetapi kita masuk melalui edukasi diantaranya, kampanye lewat anak-anak dari pelaku illegal logging dengan cara turus ke sekolah, pelatihan pramuwisata, pelatihan operator ekowisata” Ungkap Sekretaris PHBN (Yaparudin)

Seperti yang diungkapkan oleh Wali Nagari Sungai Gambir, “Jika kita memberantas illegal logging tanpa memberikan solusi, sama saja kita menambah masalah baru bagi masyarakat.

Sejauh ini, peran PHBN Sako Tapan mempuyai peran yang sangat vital bagi pencegahan praktek illegal logging di daerah ini, sehingga berangsur mulai surut dan berharap kedepannya akan berhenti total. Tetapi PHBN juga harus tetap bergerak untuk mencari solusi pagi para pekerja illegal logging.

Serta memberi semacam edukasi dini kepada siswa-siwsi di sekolah tentang bahaya dan dampak illegal logging bagi masyarakat sekitar bahkan luar daerah pun akan terkena dampaknya.

Kedepannya PHBN mempunyai program untuk Memberdayakan masyarakat sekitaran penyangga HUtan TNKS dengan Ekonomi Ekowisata Nagari. Mereka juga sudah mulai bergerak untuk membuat terobosan baru agar praktek illegal logging berhenti.

Kita semua wajib berterima kasih kepada PHBN terhadap kepeduliannya kepada Hutan TNKS ini dengan segala macam bentuk kegiatan yang dilakukannya, walaupun jauh dari jangkauan sinyal yang tidak ada di lokasi, mereka tetap mempromosikan sako untuk menjadi destinasi wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *