EKSPEDISI BUKIT 12 (2008)
Taman Nasional Bukit Duabelas merupakan salah satu kawasan hutan hujan tropis dataran rendah di Provinsi Jambi. Semula kawasan ini merupakan kawasan hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas dan areal penggunaan lain yang digabung menjadi taman nasional. Hutan alam yang masih ada terletak di bagian Utara taman nasional ini, sedangkan yang lainnya merupakan hutan sekunder.

Ada banyak jenis tumbuh-tumbuhan di sana. Jenis tumbuhan yang ada antara lain bulian (Eusideroxylon zwageri), meranti (Shorea sp.), menggeris/kempas (Koompassia excelsa), jelutung (Dyera costulata), jernang (Daemonorops draco), damar (Agathis sp.), dan rotan (Calamus sp.). Terdapat kurang lebih 120 jenis tumbuhan termasuk cendawan yang dapat dikembangkan sebagai tumbuhan obat.

Taman nasional ini merupakan habitat dari satwa langka dan dilindungi seperti siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), beruk (Macaca nemestrina), macan dahan (Neofelis nebulosa diardi), kancil (Tragulus javanicus kanchil), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus),
kijang (Muntiacus muntjak montanus), meong congkok (Prionailurus bengalensis sumatrana), lutra Sumatera (Lutra sumatrana), ajag (Cuon alpinus sumatrensis), kelinci Sumatera (Nesolagus netscheri), elang ular bido (Spilornis cheela malayensis), dan lain-lain.
Dan ada yang menarik bagi saya dan teman-teman saya. Di sana ada terdapat salah satu suku yang sangat unik sekali. Suku Anak Dalam begitulah mereka menyebut diri mereka. Mereka ada beberapa keunikan tersendiri dan memiliki adat dan budaya yang berbeda.

Menurut penuturan mereka, mereka berasal dari Sumatra Barat yang lari dari penjajahan Belanda. Sampai sekarang mereka masih menetap dan melangsungkan hidup di Hutan belantara di Bukit Dua Belas.

Saya dan beberapa teman saya dari Tim Ekspedisi melakukan perjalanan ke Bukit Dua Belas. Di sana kami melakukan wawancara dengan Tumenggung di sana. Kami ingin belajar tentang kebudayan dan adat istiadat yang ada di sana.

Kami masih berharap agar kami bisa kesana lagi untuk menemui Tumenggung lain yang menjadi Kepala Pemerintahan Suku Anak Dalam.

Mereka hanya berharap kepada Pemerintah setempat untuk tetap melestarikan hutan yang ada di kawasan Bukit Dua Belas yang mana menjadi tempat tinggal mereka.

Leave a comment