Misteri Orang Pendek Sumatra

Misteri Orang Pendek Sumatra

Orang Pendek (dengan ragam sebutan di beberapa wilayah daerah Sumatra) hingga saat ini masuk ke dalam kategori cryptid dengan subkelompok monster laut atau humanoids berbulu.  Nah, kajian tentang Orang Pendek ini digolongkan ke dalam Cryptozoology, sebuah disiplin ilmu yang meneliti hewan yang belum teridentifikasi. Sebagai disiplin ilmu tentu belum begitu familiar di Jambi atau mungkin di Indonesia.

Legenda orang pendek ada di seluruh hutan Sumatera. Termasuk di Taman Nasional Gunung Kerinci Seblat, di bagian Jambi. Di sana, ada legenda Uhang Pandak yang berarti orang pendek dalam bahasa setempat.

Sejauh ini temuan lapangan masih bertumpu pada jejak tapak kaki (gips) dan pengakuan saksi mata dari penduduk Desa, pengelana Barat, ilmuwan dan kolonis Belanda. Pembicaraan mengenai legenda orang pendek yang hidup dalam tradisi tutur masyarakat di Sumatra diawali abad 20, tepatnya Agustus 1915 oleh David Jacobs, berlanjut oleh Ootings (1923) dan Van Herwaarden 1924, hingga kemudian diteliti secara intensif pada1989-an oleh Dabie Martyr, lalu Adam Davies bersama Andrew Anderson serta Ricard Freeman (1999-2015-an).

Diakui oleh warga Kerinci, Uhang (Orang) Pendek masih merupakan misteri. Sekalipun itu, optimisme dan kerja kongkrit meneliti Orang Pendek terus dilakukan oleh peneliti. Salah satunya, yaitu Dally Sandradiputra, penulis pria berusia 30-an tahun warga Sungaipenuh, Jambi yang sudah sejak 2009 berburu orang pendek, baik secara individu maupun bergabung dengan para peneliti asing.  

Menurut Dally, yang disampaikannya dalam dialog beranda Budaya TVRI Jambi (23 April 2017), beberapa warga sepuh di Kerinci mengaku pernah melihat Uhang Pendek itu dengan ciri berjalan tegak, tinggi sekitar 1 meter, dan berbulu cokelat. Tetapi itu perlu pembuktian lanjutan, yang hingga kini masih terus dilakukan. Beberapa petunjuk seperti tapak kaki ditemukan di beberapa tempat di hutan Kerinci maupun Sumatera Barat. [Kajanglako-JP]

Sumber: http://kajanglako.com/id-292-post-misteri-orang-pendek-sumatra.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *