Menelusuri Sapta Darma di Kayu Aro

Menelusuri Sapta Darma di Kayu Aro

Perjalanan kali ini berbeda dengan perjalan saya sebelumnya, yang biasanya saya mencari sebuah misteri tentang hewan cryptozoology, tentang wisata dan sebagainya, nah kali ini saya mencoba mencari tentang salah satu aliran Kejawen yang ada di kabupaten Kerinci, menarik memang untuk dikaji karena biasanya Kejawen berkembang di Pulau Jawa saja menurut saya pada awalnya, ternyata ada juga di Kabupaten Kerinci khususnya, dan seluruh Indonesia pada umumnya.

Kenapa saya tertarik? Karena menurut saya ini adalah bagian dari sebuah kebudayaan Indonesia, yang dikembangkan dan dilestarikan oleh sebagian orang, walaupun banyak pandangan miring terhadap penganut ini.

Hmmm. Ketika MK melakukan pelegalan terhadap “Penghayat Kepercayaan” pada tahun 2017 lalu, apakah masih belum belum berlaku sampai saat ini? Entahlah saya tidak bisa menjawab dan menerka-nerka.

Kayu Aro

Sore harinya, saya bergerak dari Sungai Penuh ke Kayu Aro dengan niat di hati untuk bertemu dengan salah seorang tokoh Sapta Darma yang ada di Kayu Aro. Sebelumnya saya juga telah menghubungi teman saya yang berdomisili di Kayu Aro untuk membantu saya ke tujuan.

Hamparan Kebun Teh yang sangat indah pun menyambut sore itu, bersyukur karena Asap pun telah pergi, semoga tidak terjadi lagi kebakaran hutan seperti yang terjadi sebelumnya. Efeknya pun terjadi diberbagai daerah Sumatra, tidak ketinggalan negara tetangga hehehe.
Mari kita jangan saling menyalahkan, ayo saling berbenah diri saja.

Baiklah kita kembali ke tentang Warga Sapta Darma,

Saya menuju ke rumah satu Tokoh Sapta Darma di Kayu aro pada jam 7 malam, dengan harapan agar bisa banyak waktu untuk bercerita tentang Sapta Darma di sela dinginnya udara kayu aro.

Tokoh Sapta Darma

Pada penulusuran saya kali ini, saya menemui Mbah Darmo, hmmm. ya itu adalah nama beliau di salah satu medsos. Beliau adalah salah satu penganut Sapta Darma yang berada di Kayu Aro, Kab. Kerinci. Berkat pertolongan teman yang baru saya temui di Facebook. Dian Riskinata, yang mempertemukan saya dengan Mbah Darmo di kediaman di Kayu Aro. Mbah Darmo juga memperbolehkan saya untuk menginap di rumah nya, dan kami pun bercerita sampai larut malam.

Saya bertanya banyak tentang Sapto Darmo di Kayu Aro kepada mbah Darmo, Beliau menuturkan bahwa awalnya Sapto Darmo ini adalah sebuah kebutuhan bagi pengikutnya, misalnya jika ada yang sakit, banyak sekali orang yang berdatangan kepada sesepuh Sapto Darmo, meminta petunjuk untuk pengobatan. Serta menurut beliau Sapto Darmo juga membawa ketenangan, bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Sesuai dengan filosofi terdapat di dalamnya.

Memang tidak banyak Warga Sapto Darmo yang masih aktif menurut beliau, menariknya bagi penganut Sapto Darmo di Kayu Aro, tetap menjalan ajaran agama penganutnya.

Mbah Darmo juga mengatakan bahwa warga Sapta Darma harus memegang teguh prinsip Wewerah Pitunya, beliau menambahkan bahwa Warga Sapta Darma menjunjung tinggi filosofi, Laku Jujur, Tidak Bohong dan Tidak Menyakiti Orang Lain.

Sanggar Candi Busana

Setelah malamnya kami bersepakat untuk mengunjungi Sanggar Candi Busana, yang merupakn tempat Warga Sapta Darma melakukan aktifitasnya, menurut Mbah Darmo, Aktifitas sudah lama dihentikan karena ada hal. Mungkin sekitar 7 tahun lalu aktifitas ini telah dihentikan.

Kami pun menuju ke Sanggar Candi Busana yang terletak tidak jauh dari rumah beliau, Sanggar Candi Busana, baru saja dibersihkan beberapa waktu ini, walaupun sudah lama tidak difungsikan oleh Warga Sapta Darma.

Tidak Ketinggalan kami pun masuk ke dalam Sanggar ini, melihat isi dalam Sanggar Candi Busana yang atapnya ada patung semar yang menghadap ke Timur.

Mari kita jaga persatuan, apapun itu, demi keutuhan NKRI,
Rahayu, Mugi Rahayu Sagung Dumadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *