Orang Gadang (Sumatran Bigfoot)

Orang Gadang (Sumatran Bigfoot)

Dunia Cryptozoology memang tidak akan habisnya di telusuri, salah satu contohnya di Sumatra, kenapa Sumatra? Karena saya sendiri banyak melakukan pencarian terhadap hewan cryptozoology ini di Sumatra, karena belum sempat ke luar Sumatra, semua tergantung kepada Waktu, Kesempatan dan Rezeki. hehehe

Sedikit gambaran tentang cryptozoology, adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan yang belum teridentifikasi, bahkan belum termasuk kedalam kategori hewan, di Indonesia sendiri sangat sedikit minat untuk memperlajari tentang ilmu ini, padahal di luar sana, sangat banyak yang belajar tentang ilmu ini, bahkan mereka menjadikan tempat pencariannya di Indonesia.

Jika sebelumnya saya menelusuri tentang Orang Pendek, sekarang saya mencoba menelusuri hewan baru, yang saya dapatkan informasinya dari beberapa orang ketika saya mewawancarai masyarakat setempat.

Awalnya saya mencari tentang informasi Orang Pendek, karena saya sudah mendapatkan data yang cukup lengkap di Sekitaran Kerinci, karena awalnya Kerinci lah terkenal dengan Hewan Kriptid ini, walaupun sebenarnya penampakan pertama itu adalah di Bukit Kaba Bengkulu. Saya pun telah melakukan pencarian hewan ini di Bengkulu dan Sumatra Barat, Nah berawal dari sini, ketika saya melakukan pencarian hewan kriptid di Sumatra Barat, seperti biasa saya mewawancari penduduk lokal guna mendapatkan informasi tentang hutan dan hewan yang ada di dalamnya, tak ketinggalan saya pun menanyakan hewan yang aneh menurut mereka. Salah satu dari masyarakat ini menjelaskan bahwa pernah ada hewan yang aneh ketika itu, kira-kira 20 tahun yang lalu.

Dia menjelaskan, ketika hutan masih lebat dan jarang sekali orang untuk ke hutan, orang yang ke hutan hanya untuk mencari kayu, berburu tidak seperti sekarang, orang ke hutan untuk membuka lahan baru dengan tujuan bercocok tanam.

Ketika itu, si Bapak pun menuturkan bahwa mengklaim melihat sesosok makhluk tinggi besar, berbulu hitam, tingginya sekitar 2m. Bapak ini melihat hewan ini sedang berjalan, ketika melihat hewan ini, bapak ini merasa takut dan berlindung di semak belukar, Dia pun heran karena tidak pernah melihat hewan ini sebelumnya. Apa nama hewan ini? Penuh tanya di dalam hati yang bercampur dengan ketakutan.

Setelah kembali ke desa, dia pun bercerita kepada masyarakat Desa, ternyata bukan hanya dia yang mengaku pernah melihat hewan ini di dalam Hutan, ada beberapa temannya pun mengklain telah melihat hewan ini di dalam hutan.

Tapi saat ini, bisa dikatakan tidak pernah lagi melihat hewan ini di hutan, Si Bapak pun ketika diwawancarai tidak tahu persis kenapa hewan ini tidak ada, apa karena sebagian hutan telah di jadikan lahan?

Setelah mendengar cerita dari Si Bapak, saya pun menyusun sebuah rencana ekspedisi untuk mencoba menemukan hewan ini, walaupun seperti bisa saya hanya berharap mendapatkan cetakan kakinya saja. Saya pun masih merasa takut jika harus berhadapan langsung dengan hewan ini. Coba bayangkan hewan yang tingginya 2M. menghampiri kita, hehehe

Sebelumnya saya pun mencari referensi online tentang hewan ini, dan saya pun menemukan dari beberapa sumber, Hewan Ini di kenal dengan sebutan “ORANG GADANG” Menurut sumber itu pun hewan ini banyak juga ditemukan di daerah kalimantan dan Malaysia.

Pada trip ini saya ditemani oleh Teman baik saya, Asep Diyanto, Dia merupakan teman terbaik saya ketika melakukan pencarian Hewan Kriptid. Karena dia sangat supel dan bersemangat ketika melakukan ekspedisi tentu saja penuh keseriusan.

Ketika sampai di lokasi, kami mencari penduduk lokal untuk menemani kami menelusuri hutan di kawasan ini, kami pun tidak lupa menyembunyikan niat kami untuk mencari hewan ini, karena kami takut penduduk lokal pun tidak berkeinginan untuk menemani kami ke hutan. Bisa saja takut, atau ada alasan lainnya.

Hutannya cukup bagus, karena kami menyebrangi bebera sungai, dan ini seperti seperti di film-film petualang hutan haha, sangat asyik jika menelusuri hutan seperti ini. Penuh tantangan dan kebahagian.

Baik, singkat cerita setelah beberapa hari di dalam hutan, kami menemukan beberapa cetakan kaki, yang sebelumnya belum pernah kami temukan pada ekspedisi di daerah lain. Tidak mau kehilangan dengan sebuah hasil, kami gips cetakan kaki ini, agar dapat melihat dengan jelas seperti apa hasilnya nanti.

Dan kami pun berhasil, cetakan kakinya sangat berbeda dengan Orang Pendek, lebih mirip dengan cetakan kaki manusia, tetapi ini sudah di pastikan lebih besar dari cetakan kaki manusia.

Saya pun tidak bisa berkata-kata banyak, begitu juga Asep. Untuk sementara kami pun tetap menutupi lokasi ini, dengan berbagai alasan, sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.

Nantikan cerita ekspedisi saya berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *