dallynfriends-adventure

I'm a Cryptozoologist

Ampiang Dadiah

Ampiang Dadiah, Cinta terpendam sang “Susu Kerbau”

Pertama sekali, saya haturkan terima kasih banyak kepada Sahabat lama saya, Sri Izawati, dimana dialah yang mengenalkan saya dengan panganan dari Sumbar ini, Ampiang Dadiah. Semoga istiqomah dengan Hijrahnya saat ini. Walau bagaimanapun, kita tetap bisa berteman. Peace …

Ampiang dadiah adalah salah satu makanan atau kudapan khas Sumatra Barat. Makanan ini bisa kita katakan yogurt, kenapa? Karena makanan ini berasal dari Permentasi Susu Kerbau. Ini artinya Orang minang punya Yogurt tersendiri. Kalau soal rasa? Silahkan coba sendiri. Yang jelas makanan ini mempunyai cita rasa tersendiri.

Menurut informasi yang saya dapat Ampiang Dadiah sudah aja sejak dahulu kala. Konon katanya banyak chef dunia yang tertarik dengan yogurt tradisional ini. Apalagi ketika berkunjung ke Ranah Minang, Bukittinggi misalnya jangan lupa untuk mencoba kudapan ini.

Ampiang Dadiah, adalah kudapan yang dihidangkan dengan Ampiang (Emping) yang berasal dari beras ketan yang dikeringkan, serta Dadiah (Permentasi Susu Kerbau) yang nanti akan ditambah dengan gula aren dengan sedkit Es. Membayangkan saja sudah keluar liur kita karena kenikmatannya.

Informasi dari Masyarakat susu kerbau dimasukan ke dalam batang bambu selama 2-3 hari untuk dipermentasikan ketika sudah mengumpal, saatnya telah tiba untuk di santap, hmmm.

Awal saya mencoba ini di Bukittinggi Kota Wisatanya Sumatra Barat. Waktu itu teman saya Sri Izawati mengajak untuk mencicipi kudapan ini. Walaupun awalnya dia tidak menceritkan dari apa saja Ampiang Dadiah dibuat. Yang saya tahu waktu itu adalah semacam es campur, karena begitu enaknya melihat orang menikmati kudapan ini.

Saya pun mengiyakan ajakan Sri untuk mencicipi makanan ini, di sekitaran Jam Gadang ikonnya Kota Bukittinggi. Harus jujur saya berkesan dengan ampiang dadiah ini, karena baru pertama kali mencobanya, yang sebenarnya saya belum pernah makan atau minum Susu Kerbau, apalagi yang sudah dipermentasi menjadi yogurt. Tapi karena jiwa saya ingin mencoba sesuatu hal yang baru, akhirnya saya pun menikmatinya.

Sejak saat itu entah kenapa saya selalu rindu dengan ampiang dadiah ini, ketika berkunjung ke Sumatra Barat, khususnya ke Bukittinggi, selalu mencari kudapan ini. Kudapan ini sepertinya menyimpan sebuah pesona yang membuat kita selalu dibajiri rindu akan Ampiang Dadiah.

Memang tidak salah, kalau berada di Sumatra Barata ada banyak makanan yang patut dicoba, kurang lengkap rasanya jika kita mencicipi makanan khas lokalnya. Semoga Pandemi cepat berlalu dan teman-teman semua merencakan liburan.

(Visited 16 times, 1 visits today)

Lihat juga

2 thoughts on “Ampiang Dadiah, Cinta terpendam sang “Susu Kerbau”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *