Orang Pendek

Orang Pendek ada di Sako? Yuk Kita Bahas

Well, Menanggapi postingan saya sebelumnya, ada yang protes bahwa apa benar Orang Pendek ada di Sako? Dan maaf kalau postingan atau komentar tersebut saya hapus y hehe

Baiklah, mari kita sedikit membahas tentang keberadaan Orang Pendek di Sako, Tapan ini.

Tapi sebelum kita bahas lebih lanjut lagi, bagi yang belum pahan tentang Orang Pendek, yuk sedikit kita bahas sedikit tentang Orang Pendek. Orang Pendek adalah salah satu hewan yang masuk ke dalam ilmu Cryptozoology, yang mana ilmu Cryptozoology itu merupakan ilmu yang mempelajari salah satu hewan yang belum diketahui keberadaanya atau belum bisa dibuktikan secara nyata. Kalau di luar negeri sana lebih dikenal hewannya adalah Bigfoot dari Amerika Serikat dan Loch Ness di Skotlandia.

Walaupun demikian, jangan dilupakan keterangan dari saksi mata dari penampakan hewan legendaris ini yang mana nama Orang Pendek juga sangat tersohor di Dunia, pada belum tau kan? Tentu saja karena kebanyakan kita tidak peduli dengan ilmu Cryptozoology ini. Padahal ilmu ini sudah banyak dipelajari di luar negeri, yang mirisnya kita sebenarnya yang memiliki banyak hewan cryptozoology bahkan hampir di seluruh antero nusantara ini memiliki hewan cryptid yang sangat menarik. Bagaimana? Apakah sudah tertarik belajar Cryptozoology?

Jika kalian meragukan kesaksian orang Indonesia, mari google lagi yang mengatakan bahwa beberapa peneliti asing melihat langsung Orang Pendek ini secara langsung baik itu di Kerinci maun di Bengkulu. Bahkan dari salah seorang mereka saya jadikan sebagai narasumber pada buku saya yang bertama.  Yuk berselancar di google.

Tetapi Orang Pendek memang sangat tersohor keberadaannya di Kerinci. Tapi di beberapa daerah lain juga sering ada penampakan Orang Pendek ini, bahkan menurut catatan orang Belanda pada masa kolonial, penampakan Orang Pendek ini pertama kali di Bukit Kaba Bengkulu.  Bahkan beberapa peneliti juga berhasil melihat hewan ini di Ipuh, Bengkulu.

Baca juga : https://dallynfriends-adventure.com/2020/11/27/lamang-golek-sako-cinta-segitiga-antara-ketan-kelapa-dan-gula-merah/

Nah, berdasarkan pencarian saya selama ini sebagai seorang Cryptozoologist, hampir di seluruh Sumatera mereka menuturkan Orang Pendek dengan sebutan yang berbeda, salah satunya di Bengkulu dengan sebutan Sedapa. Mau tau sebutan lainnya dan sedikit kisah saya dalam pencarian hewan Cryptid ini? Beli buku saya yang berjudul “Misteri Orang Pendek Sumatra” hehehe

Orang Pendek

Nah, kenapa saya juga menuliskan tentang keberadaan Orang Pendek di Sako? Karena memang di Sako saya juga mendapatkan informasi yang cukup menarik dan sangat tentunya membuat saya menjadi bersemangat untuk mencari Orang Pendek di Lokasi ini. Salah satunya sudah juga saya publikasikan di Yotube saya tentang wawancara dengan masyarakat lokal tentang penjelasan Orang Pendek ini.

Di satu sisi, Sako memiliki hutan yang bagus dan tentunya jarang didatangi oleh pecinta wisata. Karena tidak terlalu populer dan pastinya kalah pamor dengan Gunung-gunung indah nan menjulang tinggi apalagi bagi yang ingin upload ke sosmed sangat susah untuk mencari studio photo. Ketika saya berkunjung ke Sako, pasti hanya saya dan Egi saja di dalam hutan. Gak seperti di gunung-gunung yang banyak didatangi oleh pengunjung lain.

Tonton juga : https://www.youtube.com/watch?v=PwraZZIJSCs

Oh y, Selama pencarian saya, saya beranggapan bahwa di Sako lah saya melihat Orang Pendek dengan mata dan kepala saya sendiri walaupun sepintas lalu saja. Kenapa saya begitu yakin? Karena berdasarkan ilmu Cryptozoology semuanya sudah termasuk ke dalam ciri-ciri hewan yang saya lihat tersebut. Salah satunya berjalan dengan kaki dua (Bipedal)

Mungkin itulah beberapa alasan saya menuliskan itu, bagi yang protes cukup ditahan saja ya, toh saya tidak mengganggu. Bahkan saya pun tidak memasang apapun di hutan tersebut, saya hanya camping ceria dan menulis cerita tentang hutan. Dan bisa saja dijadikan sebuah novel atau buku nantinya di samping buku-buku saya yang lainnya.

Bahkan ketika berada di hutan bisa tenang pikiran dan bisa mengeluarkan semua imajinasi saya dan bisa menambah tulisan saya tentunya untuk beberapa karya kedepannya. Memang alam bisa menjadi sebuah terapi. Ayo kita sama-sama mencoba terapi di hutan paling tidak menghilangkan penat ketika penuhnya beraktivitas.

Dibully? Biarkan saja gak apa-apa. Toh pasti tetap didapatkan kok bullyan tersebut. Bahkan ketika cerita saya dipublikasikan oleh salah satu media nasional, saya pun dibully habis-habisan. Tetapi saya pura-pura tegar saja menghadapi kenyataan tersebut. Gak mungkin langsung mundur atau merenung diri sambil menyalahkan diri  saya? haha Yang penting tetap berkarya. SemangArt

Untuk itu, ada baiknya jika kita mempelajari banyak ilmu salah satunya adalah ilmu Cryptozoology ini, karena mempelajari ilmu ini banyak sekali kaitannya dengan ilmu lainnya. Paling tidak ketika kita melakukan camping ceria dimanapun kita bisa mempelajari kearifan lokal daerah setempat yang menambah kasanah pengetahuan budaya kita, percayalah bahwak mempelajari ilmu ini sangat menari sekali.

Itu juga menjadi salah satu alasan saya ingin mempelajari ilmu Cryptozoology, karena memang hobi saya camping walaupun saya tidak dibekali dengan ilmu hutan yang sangat mumpuni seperti teman-teman saya yang lain. Yang jelas saya sangat mencintai kegiatan ini Titik.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *