Benteng Marlborough (Bengkulu)
 Benteng Marlborough (Bengkulu)


Benar pepatah lama berkata “Tak Kenal Maka Tak Sayang, itu lah sebuah gambaran sebelum saya mengenal Bengkulu, saya selalu berpikir apa indahnya Bengkulu?

Di awali tahun 2012, saya mengunjungi Bengkulu untuk mengunjungi teman yang sedang bertugas ke sana, saya di ajak keliling Kota Bengkulu pada siang dan malam hari, ternyata di luar dugaan, Bengkulu Sangat Indah sekali.

Sejak saat itu saya bertekad untuk menginjakan kaki saya ke Bengkulu lagi.

Dan Pada tahun 2015 saya berkesempatan untuk datang lagi ke Bengkulu, kali ini temanya juga sama, saya mengunjungi teman yang dulu bertugas di sana, walaupun dia telah pindah ke Jambi. Dia pun mengajak saya untuk ke Bengkulu lagi untuk melihat keindahan Bengkulu. Akhirnya saya pun datang lagi ke Bengkulu untuk yang ke sekian kalinya.

Pada trip ini, saya berkesempatan bertemu dengan anggota BPI Regional Bengkulu, dan saya sangat bersyukur sekali diperkenankan untuk datang ke Sekre Mereka yang berada di Kawasan Tebeng.

Saya bertemu dengan Bang Zul, Kak Cici, dan Rio, walaupun saat itu saya sudah membuat janji dengan Sdr. Dedi Saputra, tetapi Tuhan belum mempertemukan kami. karena ada beberapa hal yang membuatnya kami tidak jadi bertemu hehehe.

Saya di ajak oleh Kak Cici dan Rio untuk melihat Benteng Marlborough yang ada di Kota Bengkulu. Sekilah info, Benteng Marlborough (Inggris) :Fort Marlborough) adalah benteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris. Konon, benteng ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah Benteng St. Georg di Madras, India. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap ke arah kota Bengkulu dan memunggungi Samudra Hindia. Benteng ini pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu; sehingga penghuninya terpaksa mengungsi ke Madras. Mereka kemudian kembali tahun 1724 setelah diadakan perjanjian. Tahun 1793, serangan kembali dilancarkan. Pada insiden ini seorang opsir Inggris, Robert Hamilton, tewas. Dan kemudian pada tahun 1807, residen Thomas Parr juga tewas. Keduanya diperingati dengan pendirian monumen-monumen di kota Bengkulu oleh pemerintah Inggris.
Marlborough masih berfungsi sebagai benteng pertahanan hingga masa Hindia – Belanda tahun 1825-1942, Jepang tahun 1942-1945, dan pada perang kemerdekaan Indonesia. Sejak Jepang kalah hingga tahun 1948, benteng itu manjadi markas Polri. Namun, pada tahun 1949-1950, benteng Marlborough diduduki kembali oleh Belanda. Setelah Belanda pergi tahun 1950, benteng Marlborough menjadi markas TNI-AD. Hingga tahun 1977, benteng ini diserahkan kepada Depdikbud untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya. (Sumber dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Benteng_Marlborough)

Di Benteng ini kami bercerita banyak tentang kebudayaan, kearifan lokal, dan sesuatu hal yang saya cari selama ini, yang membuat saya ingin kembali mengunjungi Kota Bengkulu. Saya sangat salut dengan BPI Regional Bengkulu yang rela mengorbankan waktunya demi mempromosikan Kota Bengkulu kepada pengunjung. Sesuai dengan Misi dan Visi dari Komunitas ini, tetap Jaga Kekompakan BPI regional Bengkulu ya. Salam B.R.I.O

Leave a comment