Masjid Tuo Kayu Jao : Paduan Adat dan Islam

Masjid Tuo Kayu Jao : Paduan Adat dan Islam

Masjid Tuo Kayu Jao adalah merupakan salah satu Masjid yang tertua di Indonesia, menurut dari berbagai sumber Masjid ini dibangun sekitar tahun 1599M. Masjid ini terletak di Kenagarian Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok Provinsi Sumatra Barat.

Hamparan pemandangan yang indah jika kita berada di sekitar Masjid ini, ada aliran sungai juga disekitar masjid ini, walaupun airnya tidak terlalu deras tapi airnya jernih, banyak juga digunakan oleh masyarakat sekitar masjid ini. Tidak sulit untuk mencapai daerah ini, karena ada plang merek nya di pinggir jalan, atau jika teman-teman ragu, silahkan bertanya saja kepada masyarakat setempat jika telah sampai di Kenagarian Batang Barus ini, solusi yang mudah bukan? hehe

Arsitektur Masjid ini perpaduan antara Adat Minangkabau dan Islam, bisa kita lihat dari bangunannya. Atapnya dibangun dengan menggunakan ijuk, serta warna bangunnya pun hitam, bisa dibayangkan dengan atap ijuk yang berwarna hitam serta bangunannya pun hitam? Bisa menambah kesakralan jika melihat Masjid ini.

Juga menurut beberapa sumber Masjid Tuo Kayu Jao ini dibangun oleh masyarkat setempat secara gotong royong, yang digagas oleh Angku Imam yang bernama Musaur dan Angku Labai. Jika kita melihat kebelakang, budaya gotong royong sudah ada sejak dahulu, nah kenapa sekarang sudah berkurang? dan hampir hilang? hmmm

Paduan Adat.
Atap masjid ini kalau dilihat mengacu kepada atap rumah gadang Minangkabau, yang di buat tiga tingkat, yang mana bertujuan agar cahaya masuk ke dalam ruangan Masjid ini.
Mirabnya pun memiliki atap yang mengarah kepada Rumah Gadang yang berbentuk Gonjong.

Paduan Islam dan Adat
Perpaduan Islam dan Adat Minangkabau pun terlihat dari atap masjid yang di topang oleh 27 tiang yang menandakan enam suku, yang masing-masing terdiri dari empat unsur pemerintahan ditambah dengan tiga unsur agama, yakni khatib, imam dan bilal.

Selain itu salah satu dari keunikan masjid ini adalah dari segi tonggaknya yang memliki 24 tiang, melambangkan jumlah Ninik Mamak yang 24 orang. Kemudian memiliki jendela sebanyak 13 pintu melambangkan rukun salat. Anak tangga memasuki masjid berjumlah 5 undakan, yang melambangkan Rukun Islam.

Mesjid ini juga mempunyai bedug, yang diperkiran sama tuanya dengan bangunan masjid Tua Kayu Jao ini. Masjid ini selalin digunakan untuk Beribadah, kegiatan Islam, serta untuk belajar tentang Islam oleh masyarakat setempat. Pemerintah Provinsi Sumatra barat juga telah menetapkan Masjid ini sebagai salah satu wisata budaya dan syariah di Kabupaten Solok dan Provinsi Sumatra barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *