Ke Luar Negeri? Liburan atau Apa?

Awalnya saya tidak pernah terpikiran untuk berkunjung ke luar negeri ataupun hanya sebatas liburan.

Saya akan membagikan pengalaman selama berkunjung ke Melaka, Malaysia dengan beberapa orang teman saya yang berlatar belakang berbeda.

Passport!!!
Ya, ke luar negeri harus mempunyai passport semua orang juga tahu itu. Saya pun tidak mengira saya akhirnya mempunyai passport. Walaupun awal membuat passport itu karena alasan “PRANK” mungkin saja pikir ku dalam hati. Kenapa?
Awal saya membuat passport itu bukan untuk jalan-jalan ke Malaysia atau ke luar negeri, memang bukan di sengaja. Karena dulu saya pernah mengikuti sebuah program untuk menyampaikan pariwisata di Kroasia, jadi saya iseng2 saja mengisi data itu, walaupun saya sudah tahu pasti tidak lolos, karena saya bukan lah seorang yang professional di bidang pariwsata, apalah saya ini hanya remah-remah nasi saja hehehe
Siang itu saya dikejutkan karena mendapat sebuah telpon dari kedutaan Kroasia waktu itu, intinya dia menyanyakan bahwa apakah saya benar pernah mengirim aplikasi untuk mengkuti program tersebut? (Nama programnya pun saya lupa) hehehe
Dan saya jawab iya, dan dia suruh mempersiapkan dokumen seperti passport dan lain2nya. Dari itulah saya bergegas ke Imigrasi untuk membuat passport. Setelah passport selesai saya tidak mendapatkan email dari pihak keduataan tersebut, setelah menunggu akhirnya saya pun mendapatkannya, katanya saya bukan salah satu dari yang berhak ke Kroasia bahasa halusnya adalah DITOLAK hehehe.

Nah, dari pengalaman itulah akhirnya saya bisa mempunya passport. Setelah itu saya pun bingung passport ini gunanya apa ya? Karena saya tidak mempunya tujuan untuk ke luar negeri,  liburan ke luar negeri pun masih jauh di dalam pikiran saya, karena banyak faktor.

Ternyata nasib baik saya pun datang untuk menggunakan passport tesebut, ketika salah seorang teman saya di Malang Meilia menelpon saya, mengajak untuk ikut dengan dia ke Malaysia, Melaka untuk menghadiri MAP (Melaka Art Festival) yang diadakan satu tahun sekali.  Tanpa basa basi saya pun mengiyakannya. Akhirnya Passport saya pun berguna. Semoga saja ini tidak gagal lagi ujar saya dalam hati.

Saya pun akhirnya, mengajak salah seorang teman saya di Kerinci, Ojik yang merupkan seorang Photographer untuk ikut bersama saya karena Meilia butuh seseorang yang bisa mendokumentasikan kegiatannya bersama Team selama di Melaka, Malaysia. Ojik pun bersedia untuk ikut bagian di dalam perjalanan ini dan akhirnya pun kami ke Luar Negeri.

Ini adalah merupakan pengalaman pertama saya dan ojik ke Luar Negeri, sebelumnya cuma naik pesawat antar provinsi saja tidak pernah ke Luar Negeri, tentu sangat berbeda pikir saya dalam hati. Tetapi saya tetap yakin karena kita punya bahasa yang bisa jadi alat komunikas. Lagian kelau ke Malaysia tidak perlu bahasa Inggris yang fasih. pikir saya dalam hati. Maklum lah saya orang kampung yang tidak bisa berbahasa inggris yang baik dan benar hehe.

Dengan modal keberanian, akhirnya saya dan Ojik, melakukan perjalan pertama ke Luar Negeri ini. Diawali dengan Bismillah saja. Walaupun nanti di Bandara saya akan bertemu dengan Meilia dan Teamnya.

Malam harinya, kami menuju ke Bandara International Minangkabau (BIM) di Padang. yang memakan jarak tempuh sekitar 8 jam dari kota saya, Sungai Penuh. Karena pesawat kami pukul 07.00 WIB Pagi.

Waktu kami akan melakukan check in, kami pun berdiskusi dengan Ojik, bagaimana cara nya y check ini?  Karena kamipun sama-sama belum pernah merasakan nya haha. OKe, kami menemukan beberapa cara, di sini saya bagikan beberap tipsnya

  1. Buang gengsi anggap saja kita ini orang bodoh yang tidak tahu apa2, sehingga kita bertanya saja kepada security atau perempuan ya, agar tidak di sesatkan haha,
  2. Ikuti saja orang yang sama tujuan dengan kita, kita berdiri dibelakangnya, misalnya dia memegang tiket dan KTP, kita juga sama, nah dari situ saya tahu bahwa kita harus memegang Tiket, KTP dan passport untuk verifikasinya.
  3. Santai
  4. Berdoa

Yakin lah tips itu bukan lah hal yang terpenting, karena semua orang sudah banyak yang tau caranya, saya hanya membagikan pengalaman pertama kali saya.  Karena saya lihat orang banyak juga yang pertama kali melakukan perjalanan ke luar negeri, tetapi seolah dia sudah sering. Gaya itu penting lo, tapi tidak bagi saya.

Saya dan Ojik bisa dibilang seperti gembel ketika ke Luar Negeri, kenapa? Karena pakaian kami pun tidak se eksekutif penumpang lain, jadi wajar ketika kami memasuki imigrasi Malaysia sedikit curiga, bisa saja kami di sangka adalah orang yang akan bekerja di Malaysia karena penampilan?  Bisa saja. Oh y orang imigrasi Malaysia tidak pernah senyum kepada kami, apa memang mereka tidak ramah? atau memang SOPnya? kami juga tidak tahu.

Setelah banyak pertanyaan dari Pihak Imigrasi Malaysia, saya pun di perbolehkan masuk karena saya mengaku seorang Artist, berdasarkan surat undangan dari Panitia setempat. Wah lega rasanya. saya takut je di tangkap polis hehehe

Kami pun masuk ke Bandara KLIA dengan senang hati, kami pun merayakannya ke Duty Free, lokasi yang menjual berbagai barang import, kami butuh rokok kayanya karena kami takut membawa rokok dari Indonesia, karena takut di sita di Bandara. Kebetulan rokok saya pun sama, Saya membeli rokok linting merek DRUM, kalau di Indonesia kita bisa belinya online yang harganya 2 kali lebih mahal di bandara KLIA, kami pun membelinya 5 bungkus.

Di Kejar Security
Penah gak pengalaman kita di kejar security ketika merokok? Nah kami sudah merasakannya. Kami juga sih yang salah, karena merokok di sembarang tempat, walaupun ada smoking area. tapi kami merokok di tempat yang salah. Malaysia sangat ketat untuk peraturan ini kayanya. Soalnya banyak yang tidak merokok di sembarangan tempat. Wah saya jadi rindu Indonesia. Nanti ketika berkunjung ke sana lagi, saya akan mencari cara untuk bisa merokok (cita-cita yang tidak usah ditiru). Dan di dalam mobil pun tidak boleh merokok, bagaimana tidak kita merindukan Indonesia seketika itu? hahaha. I love Indonesia

Bagaiamana perjalanan selanjutnya? Saya akan post lagi
Ini pengalaman pertama saya, nanti saya post lagi, karena kalau di sini semuanya, saya yakin tidak semuanya membaca sampai habis.

Leave a comment