Hutan Nagari Sako

Menelusuri Orang Pendek di Hutan Nagari Sako

Nagari Sako memang mempunyai sejuta pesona karena tidak habis untuk diungkap. Salah satunya adalah menelusuri keberadaan Orang Pendek di Hutan Nagari Sako.

Nagari Sako yang terletak di antara perbatasan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Barat ini tidak hanya terkenal dengan kuliner dan hutannya dan kunjungan saya di daerah ini pun tidak hanya sekali, bisa dilihat dipostingan blog saya sebelumnya, ada banyak cerita tentang Sako, baik itu kuliner, satwa hingga hutannya.

Baca juga https://dallynfriends-adventure.com/2020/12/15/menelusuri-hutan-sako-ada-banyak-bonus/

Sebagai seorang cryptozoologist, saya selalu tertarik untuk mengungkap keberadaan hewan cryptozoology, salah satu yang terkenal di Sumatera adalah Orang Pendek. Mengunjungi Hutan Nagari Sako untuk menelusuri Orang Pedek adalah suatu pengalaman yang tidak bisa terlupakan juga. Kenapa? Karena dulunya areal Hutan Nagari Sako ini tidak termasuk ke dalam salah satu lokasi pencarian Orang Pendek bagi para pecinta Cryptozoology dan peneliti lainnya.

Kenapa saya memilih Hutan Nagari Sako untuk penelusuran ini? Jawabannya tentu karena hutannya serta letak georagfisnya cukup dekat dengan Kerinci yang notabenenya sebagai rumah bagi Orang Pendek itu sendiri. Di sisi lain tentunya sebagai seorang cryptozoologist ingin sesuatu yang baru yang pastinya dengan membawa harapan menemukan sesuatu hasil yang cukup memuaskan.

Selanjutnya ada banyak flora dan fauna yang menarik untuk diabadikan ke dalam lensa camera tentunya, apalagi ketika musim bunga, akan membuat pangling para pecinta bunga itu sendiri. Karena ada banyak jenis bunga hutan yang terdapat di Hutan Nagari Sako ini, oh y tentu saja karena ini adalah hutan hehe

Hutan Nagari Sako Hutan Nagari Sako

Baiklah, saya akan menggambarkan sedikit pengalaman pencarian saya terhadap salah hewan cryptozoology terfavorit versi cryptozoologist hehe. Seperti biasa, saya pun mengumpulkan beberapa data dari berbagai sumber untuk dijadikan acuan sebelum memasuki hutan nagari Sako ini.

Informasi yang sangat menarik ketika mewawancarai masyarakat lokal tentang Orang Pendek ini. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa Orang Pendek itu memiliki taring yang cuku panjang. Yang mana ciri-ciri ini tidak pernah saya dengar ketika melakukan investigasi tentang Orang Pendek di daerah lain. Tetapi ini juga tidak bisa dijadikan sebuah acuan untuk dikatakan benar atau salah tentag ciri-ciri Orang Pendek.

Lihat di : https://www.youtube.com/watch?v=ivO9mbyAQz4

Dengan penuh semangat saksi mata mengatakan seperti itu hingga menirukan cara berjalan Orang Pendek kepada saya sambil meletakan tangannya di dekat muka seolah menunjukkan taring tersebut. Dia juga mengaku tidak hanya sekali melihat Orang Pendek di area hutan Nagari Sako. Setelah melakukan interview dengan masyarakat lokal, saya pun langsung bergerak menuju hutan dimana kemungkinan keberadaan Orang Pendek tersebut.

Awal memasuki hutan, kita awalnya disuguhkan dengan pemandangan hutan yang indah seolah masih terawat dengan baik, hmm. Sepertinya jarang masyarakat memasuki hutan ini, guman dalam hati. Tapi apakah sama dengan yang di dalam sana? Penuh tanda tanya pastinya.

 

 

Setelah satu jam berjalan kaki, saya agak sedikit shock melihat ke dalam, karena ada banyak pohon yang berjatuhan, ini pasti ulah mereka yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi. Sepertinya ada beberapa kegiatan illegal logging di daerah ini. Ini memang merupakan sebuah masalah yang sangat sulit untuk dipecahkan, karena seperti dua mata pisau.

Tetapi setelah itu, baru bisa menemukan hutan yang masih asri, apa mungkin area ini sulit untuk aktifitas illegal logging? Entahlah, yang jelas saya berharap dalam hati agar bisa menemukan beberapa titik terang tentang keberadaan Orang Pendek yang sudah diniatkan dalam hati. Karena saya tidak punya kapasitas yang lebih besar untuk melakukan aktifitas illegal logging tersebut. Walaupun sebenarnya seperti terstruktutr dan masif (haha, seperti kecurangan pemilu yang disampaikan oleh oknum politik)

Hutan Nagari Sako

Di salah satu area hutan Nagari Sako ini, yang sulit adalah tempat camp, karena kemiringan lokasi yang membuat agak sedikit sulit untuk menemukan tempat yang cocok untuk mendirikan tenda saya dan teman-teman lainnya. Walaupun demikian ini bukan dijadikan alasan untuk tidak mencintai hutan ini. Ya kemiringan terebut sama seperti hidup yang jarang ditemukan yang lurus-lurus saja.

Setelah beberapa hari menelusuri barulah saya dan teman-teman menemukan beberapa titik terang tentang keberadaan Orang Pendek di hutan Nagari Sako ini. oh ya teman saya di Sako yang selalu setia menemai untuk menelusuri keberadaan Orang Pendek adalah Egi Masro, yang sudah sering saya posting di dalam blog ini.

Hasilnya tetap sama kami menemukan berupa bekas pijakan kaki yang disinyalir adalah tapak kaki Orang Pendek, tentunya saya tidak lupa memberikan plaster/gip untuk melihat cetakan kaki ini secara jelas. Untuk bahannya saya menggunakan plaster of paris, bahan ini cepat kering dari bahan yang lain. Saya hanya menunggu sekitar 10 menit. Kalau bahan yang lama tu sekitar 5 jam hahaha.

Setelah memplaster pijakan kaki ditanah, tentunya ada rasa bahagia, entah apa yang ada dipikiran orang lain, ketika melakukan penelusuran tentang keberadaan Orang Pendek ini, bullyan? tentu banyak, kenapa? Atau mungkin saya tidak tergabung ke dalam salah satu organisasi? Sehingga tidak punya pegangan atau pembela ketika dibully? entahlah yang jelas saya hanya ingin mempelajari ilmu kajian cryptozoology walaupun bullyan dan cacian yang akan saya dapatkan dari berbagai pihak. Ya, tetap santai saja apapun itu, yang jelas saya rasa tidak pernah manggangu orang lain di dalam pencarian Orang Pendek ini.

DSC_0155-1 DSC_0157-1

Mari kita tinggalkan sejenak bagi mereka yang tidak suka dengan kegiatan ini, karena setiap apapun yang kita lakukan pastinya ada yang suka dan tidak suka, itu lumrah loh. Jika kita masih hidup di dunia ini. Bagaimana hasil cetakan kakinya? Kira-kira seperti ini. Walaupun masih banyak menyisakan pro dan kontra tetapi kita tetap semangat dalam mempelajari ilmu kajian cryptozoology ini.

Orang Pendek

Setelah melakukan pencarian di Hutan Nagari Sako ini, yang pasti saya akan tetap berusaha untuk mengungkap misteri keberadaan Orang Pendek ini, karena menurut saya di dalam ilmu kajian cryptozoology ini beberapa pelajaran tentang kearifan lokal yang dapat dipetik serta folklor dari masayarakat. Terkadang saya juga berpikir daripada hanya camping ceria di hutan mendingan ada sedikit kegiatan yang bisa menambah ilmu pengetahuan saya. Paling tidak saya pun belajar untuk mencoba menutup telinga dari semua omongan orang karena saya pun tidak bisa menutup semua mulut orang yang mencaci saya. hahaha

 

(Visited 87 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.