Kantong Semar

Panganan Kantong Semar di Acara Kenduri Sko

Panganan Kantong Semar di acara Kenduri Sko adalah merupakan salah daya tarik dalam gelaran budaya ini. Walaupun tidak ketinggalan gelaran budaya serta atraksi adat lainnya.

Kenduri Sko merupakan kenduri pengukuhan gelar adat yang dilakukan oleh masyarakat Kerinci. Di dalam acara kenduri Sko ini terdapat banyak petatah petitih yang penuh makna dan arti bagi masyarakat Kerinci yang tidak ketinggalan adalah panganan khas, seperti pulut yang dibungkus dengan kantor semar.

Kenduri Sko Kenduri Sko

Istilah sko berasal dari kata saka berarti keluarga atau leluhur dari pihak ibu dan biasa disebut dengan khalifah ngan dijjunjung dan waris yang dijawab. Sko sendiri dibagi menjadi sko tanah dan sko gelar, dimana sko gelar dapat diberikan oleh ibu kepada saudara laki-laki dari pihak ibu (mamak).

Pada acara ini terdapat dua agenda pokok yaitu acara untuk menurunkan dan menyucikan benda-benda pusaka, dan acara untuk mengukuhkan pada orang yang akan menerima gelar adat. Acara penurunan benda pusaka biasanya dilaksanakan tiap setahun sekali, atau 5-10 tahun sekali, bahkan 25 tahun sekali. Di daerah Tanjung Tanah acara penurunan benda pusaka dilaksanakan setiap 7 sampai 10 tahun.

Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa dahulu juga dibacakan mantra-mantra yang mana sekarang sudah diganti dengan doa-doa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di acara sakralnya pun ditampilkan dengan tarian-tarian traditional seperti tari asyiek.

Yang menarik bagi saya salah satunya adalah panganannya yang dibungkus dengan kantor semar, dikalangan masyarakat kerinci dinamakan kantung beruk. Panganan tersebut di dalamnya terdapat pulut serta direbus atau dikukus dan dimakan dengan fla yang dinamakan sarikayo.

kantong_semar

Mungkin dari teman-teman sekalian sudah banyak yang tahu dengan kantong semar, Kantong semar merupakan tumbuhan karnivora yaitu tumbuhan pemakan daging seperti serangga dan hewan-hewan kecil. Banyak yang menyangka kantong pada tumbuhan ini merupakan bunganya. Padahal, kantong ini merupakan daun yang sudah termodifikasi. Kantong ini berfungsi untuk menangkap serangga dan hewan-hewan kecil lainnya. Kantong khusus pada tumbuhan kantong semar ini dilapisi oleh lilin yang sangat licin sehingga menyulitkan serangga yang sudah terperangkap dalam kantong ini untuk naik dan keluar. Kantong ini juga menghasilkan cairan asam yang bernama proteolase yang  berfungsi untuk mencerna kerangka keras dan daging serangga. Bentuknya terbilang unik, mengantong dan membulat pada bagian ujungnya. Ada yang bilang mirip tokoh pewayangan Semar dengan perut buncitnya. Karena itulah, tumbuhan ini diberi nama Kantong Semar.

Kantong Semar

Di Indonesia setidaknya terdapat 85 jenis kantong semar. Habitat terbanyak berada di Kalimantan dan Sumatera. Sayangnya, kekayaan jenis kantong semar tersebut masih kurang mendapat perhatian. Menurut data IUCN Red List, sedikitnya 27 spesies terancam punah, bahkan 4 diantaranya merupakan spesies dengan status Critically Endengered (Kritis) dan empat lainnya berstatus Endengered (Terancam).

Satu lagi makanan yang tidak ketinggalan adalah lemang, mungkin semuanya sudah banyak tahu dengan lemang ini, panganan yang dimasak di dalam bambu yang isi dalamnya juga berbahan dasar pulut.

kenduri sko

Selain wajib disajikan pada saat Kenduri SkoLemang  ini juga memiliki makna bagi masyarakat Kerinci yaitu :
1. Seruas bambu lemang berarti bulat air dek pembuluh, bulat kato dek mufakat. Semua pelaksanaan telah   satu runding atau satu tujuan.
2. Beras ketan untuk lemang berarti, erat dan kekuatan tali persaudaraan dalam persatuan bermasyarakat.
3. Air santan putih, pengertiannya, Putih kapas boleh dilihat putih hati berkeadaan. Semua yang dikorbankan untuk kegiatan acara kenduri sko merupakan keikhlasan hati atau ketulusan hati, tanpa ada rasa rugi sedikitpun.

Postingan terbaru : https://dallynfriends-adventure.com/2022/05/12/menelusuri-orang-pendek-di-hutan-nagari-sako/

Kenduri Sko ini juga memiliki nilai kemanusiaan untuk saling silahturahmi antara masyarakat. Kita mengajak seluruh masyarakat berkumpul dan saling berbagi kebahagiaan pada Kenduri Sko. Serta Kenduri Sko juga memiliki nilai demokrasi dan musyawarah karena penyelenggaraan Kenduri Sko tak lepas dari proses musyarawah dan rembuk bersama masyarakat. Hal tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki hak untuk bersuara dan berpendapat.

Dari Kenduri Sko kita bisa belajar tentang kekompakan dan nilai-nilai gotong royong yang diaplikasikan oleh masyarakat setempat, mulai dari persiapan hingga pergelaran kenduri sko ini. Ini adalah tanda-tanda bahwa masyarakat kerinci masih menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur tidak heran jika Kerinci juga dikenal dengan keramahannya. Yang bisa menambah daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kerinci.

Sumber :

  1. http://www.retciaa.com/2012/05/lemang-makanan-khas-kerinci-saat-acara.html 
  2. http://mediajambi.com/masyarakat-kerinci-pertahankan-tradisi-kenduri-sko
  3. http://ksdae.menlhk.go.id/info/7502/kantong-semar,-tumbuhan-unik-pemakan-serangga.html
(Visited 33 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.