Ekspedisi Karang Putih (Part 1)

Saya akan kembali bercerita tentang pencarian hewan cryptozoology yang ada di Sumatra bersama dengan rekan-rekan ekspedisi saya. Kali ini, lokasi yang kami pilih adalah Bukit Karang Putih, yang terletak di daerah Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Masih dengan tujuan yang sama seperti sebelumnya, kami ingin melakukan pembuktian terhadap keberadaan Orang Pendek, salah satu makhluk Cryptozoology yang dipercaya masih ada keberadaannya sampai saat ini. Sehingga masih banyak para ahli melakukan pencarian dan penelitian terhadap hewan cryptozoology ini. Walaupun saya bukan ahli tapi saya ingin memperlajari ini.

Lokasi ini adalah merupakan yang pertama saya lakukan di daerah Pesisir Selatan Sumatra Barat, jika ingin mengetahui detail lokasinya silahkan bertanya langsung y, maklum saya tidak akan memposting lokasi detail ke sini, karena ada sesuatu hal.

Saya menuju ke lokasi ini bersama Asep Diyanto, dia adalah merupakan sohib saya ketika melakukan pencarian hewan Cryptozoology, kenapa saya katakan demikian? Karena hampir disetiap ekspedisi Asep selalu menamani saya, hingga saya menelurkan sebuah buku. Jika kalian ingin mengontaknya bisa di hubungi melalui Faceboknya Farma Asep

Setelah sampai di desa terakhir kami tetap seperti biasa, yaitu mewawancarai penduduk desa untuk mengumpulkan data tentang keberadaan hewan yang kemungkinan ada di dalam hutan tersebut. Kami pun sempat terkejut dengan apa yang disampaikan oleh salah satu penduduk desa tentang salah satu hewan yang ternyata di luar ekspetasi kami. Menarik memang, tetapi jujur ada rasa takut ketika mendengar cerita tentang hewan ini dari Bapak tersebut.

Cerita ini sudah saya posting sebelumnya di https://dallynfriends-adventure.com/2019/11/12/orang-gadang-sumatran-bigfoot/

Tetapi saya tidak menyebutkan daerahnya. Ya, Orang Gadang adalah nama yang kami temui di Bukit Karang Putih ini berdasarakan dari cerita masyarakat setempat. Pada cerita sebelumnya saya tidak menjelaskan tentang Karang Putih. Hanya gambaran besarnya saja serta hasil penemuan di lokasi ini.

Kami di lokasi ini ditemani oleh 4 penduduk lokal yang membantu kami membawa peralatan dan perlengkapan selama ekspedisi ke dalam hutan. yang saya ingat nama mereka hanya 2 orang, Uda Ujang dan Peki. Maklum saya pribadi tidak kuat untuk harus membawa beberapa Carrier bag ke dalam hutan. karena saya pribadi tidak mempunyai fisik yang bagus seperti para petualang lainnya hehehe. Jadi harap maklum dan jangan menghutjat y

Kami menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan menelusuri hutan higga sampai di camp yang akan kami tempati pada malam harinya. Di dalam perjalanan pun kami ditemani oleh hujan yang cukup deras, yang membuat perjalanan cukup menarik dan menantang bagi saya yang bukan seorang petualang sejati hahaha. Apalah saya ini hanya penikmat alam terbuka saja, camping dan makan-makan hahaha.

Setelah sampai di lokasi camp kami, kami pun beristirahat sekaligus mempersiapkan rencana untuk hari selanjutnya dan seterusnya. Asep lah yang menyusun rencana ini. Karena dia sangat begitu detail dalam urusan filed work yang tentunya ingin hasil maksimal di setiap pekerjaannya.

Jika kalian yang kenal atau ingin berkerja sama dengan Asep, saya sangat merekomendasi sekali untuk seputran penjelajahan, karena orangnya begitu bertanggung jawab untuk pekerjaan ini. Ada banyak juga ilmu yang bisa diambil darinya tentunya bukan ilmu hitam hehehe.

Baik, hari berikutnya kami pun memulai penjelajahan di Hutan Bukit Karang Putih ini untuk menemukan kemungkinan keberadaan hewan Cryptozoology yang kami cari. Hasilnya apa? bisa di cek di link Orang Gadang pada web saya juga. hehehe

Hutan di sini bagus, karena kami menyebrangi beberapa sungai, yang menambah daya tarik untuk penjelajah amatir seperti saya ini. Entah kenapa bahagia sekali ketika masuk ke dalam sungai ketika membawa beban di punggung, bukan beban masalah y.

Hasil pencarian di lokasi ini cukup memuaskan, karena kami berhasil menemukan sesuatu yang baru dan yang terpenting adalah bisa bermalam di dalam hutan dan tidur ditemani suara alam. Bisa dibayangkan gimana rasanya? Kalau kalian mungkin lebih ahli sehingga banyak gunung yang di daki. Kalau saya tidak kuat untuk mendaki gunung. hehehe

Never stop Explorer

Leave a comment