dallynfriends-adventure

I'm a Cryptozoologist

Garut

Perjalanan Dari Dunia Maya Hingga Ke Dunia Nyata

Pernah Terbayangkan gak, kalau kita berteman di Dunia Maya dengan akrab tapi belum pernah ketemu? Namun akhirnya ketemu juga di dunia nyata? Alias bertatap muka langsung?

Yap, itulah yang saya rasakan, kenal di facebook kurang lebih 12 tahun yang lalu, selalu bertukar pikiran dengan seorang teman, baik itu bahasa, budaya dan berbagai hal lainnya, bahkan dari hasil omongan kami saya tuangkan ke dalam sebuah novel, walaupun entah sampai kapan novel itu berani saya terbitkan. 

Akhirnya, saya pun berkesempatan untuk bertemu dengan teman saya, Sigit. Kami bertemu di Bandung. Setelah bertemu kami pun mengingat sudah berapa lama kita selalu diskusi dan bertukar pikiran via Online? tapi tidak pernah ketemu secara langsung, dan baru sekarang lagi kita ketemu, sambil tertawa terbahak-bahak. 

Oh y, Mumpung masih di Bandung, saya pun tidak mau melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan teman lama waktu sama-sama mengikuti MAP (Malaka Art and Performance Festival) di Malaysia pada tahun 2018, yang akrab disapa dengan Abah Dodi atau ketika dikampusnya  dengan sebutan Ayah. 

Baca juga : https://dallynfriends-adventure.com/2020/01/16/melaka-miss-you-so-bad/

Malamnya kami pun memutuskan untuk bertemu dengan salah seorang kenalan dari Abah Dodi di Warung Mie ayamnya, Sambal Keju. Di sana kami banyak bercerita tentang adat dan budaya Sunda, yang membuat saya sangat tertarik adalah tentang ajaran penghayat, Mei Kartawinata. 

Kang Bebeng, panggilan akrabnya dengan penuh semangat menceritakan tentang ajaran tersebut hingga tentang Sunda wiwitan. yang saya rasa sinkron dengan apa yang saya tuliskan dalam buku kedua saya yang berjudul “Menelusuri Jejak Kejawen di Kerinci”. Belakang saya mengetahui bahwa Kang Bebeng adalah seorang photographer jurnalis yang mempunyai karya yang luar biasa. hmm. Sungguh perjalanan yang sangat bermanfaat.

WhatsApp Image 2021-11-02 at 00.45.31
Sigit, Ayah Dodi, Kang Bebeng

Yang tidak kalah bermaanfaatnya adalah menginjakkan kaki di tanah leluhur saya, Garut. Walaupun saya keturunan Garut tetapi belum pernah sama sekali berkunjung ke sana, momen ini tentu tidak ingin saya lewatkan untuk napak tilas di tanah leluhur, dan saya pun bisa bertemu dengan beberapa keluarga saya di Garut, sayangnya waktu tidak lama, karena kalau lama bisa ketemu dengan semua keluarga dan sanak famili yang berasal dari Garut dan daerah sekitarnya. 

Follow saya di IG : https://www.instagram.com/dallysandradiputra/

hmmm. Burayot pun menjadi cemilam dikala itu, salah satu panganan khas Garut yang dalamnya rasa panyaram kalau dari Ranah Minang hehe. Di Garut kami pun mencoba mandi di pancuran tujuh, yang konon katanya segala permintaan akan tercapai. Saya pun mengajukan juga permintaan, cuma ingin sehat dan kuat menghadapi kenyataan hidup. haha. 

Paginya kami awali dengan mengunjungi pemandian di Cipanas, Garut. setelah mandi di Pancuran Tujuh jam 03.00 pagi haha, semoga saja bisa mengembalikan fisik ketika mengunjugi beberapa daerah lain yang ada di Jawa Barat ini, guman ku dalam hati. Karena tidak ingin melewatkan pemandangan sepanjang perjalanan di Tanah Pasundan ini. Salah satunya adalah Gunung Guntur yang konon katanya masih menyimpan banyak mistis, hmm. yang membuat jiwa cryptozoology saya kembali berguncang hebat. 

Yang terpenting adalah saya sudah menginjakan kaki di tanah leluhur dan bertemu dengan beberapa saudara serta bertemu dengan sobat yang selama ini hanya berkomunikasi lewat dunia maya yang telah terwujud di dunia nyata. 

Cerita menariknya tentang perjalan dari Jawa ke Sumatera menggunakan kapal serta cengkrama dengan beberapa penumpang yang nantinya akan saya posting. Setiap perjalanan membawa sejuta kenangan. 

Jangan Lupa Subscribe Youtube saya : https://www.youtube.com/user/dallysandra/videos

(Visited 9 times, 1 visits today)

Lihat juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *